(S)he Is My Girl [Book Review]

shes2stars

Di kali keempatnya mengikuti audisi Akademi Golden Voices, meski sempat mendapatkan penolakan pahit dari Phillip − si Tuan Arogan yang menjadi salah satu juri − akhirnya Alexa berhasil lolos. Tapi… bukan tanpa syarat. Syarat itu bahkan begitu tak masuk akal. Bayangkan! ALEXA HARUS MENYAMAR JADI LAKI-LAKI!

Alasannya sederhana, karena Phillip menganggap Alexa sebagai itik buruk rupa yang tidak menarik menjadi perempuan, tapi cukup menarik sebagai laki-laki. Tawaran itu begitu tidak masuk akal, sekaligus begitu menggiurkan. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Alexa menerima tawaran itu. Lagi pula, Alexa memang sudah sering dikira laki-laki, jadi apa susahnya sih menyamar jadi laki-laki? Tapi, bagaimana jadinya kalau ternyata si Tuan Arogan malah jatuh cinta pada si Itik Buruk Rupa? Dan… apa iya, menyamar jadi laki-laki itu mudah seperti yang dibayangkannya?


Ekspektasi saya terlalu tinggi buat buku ini. Setelah penantian lama, akhirnya terbit juga, langsung saya lahap sampai habis. Pertama kali baca sinopsisnya, saya sangat tertarik karena ide ceritanya yang memang belum terlalu tereksploitasi. Tapi bukan berarti juga idenya fresh & one of a kind. Membaca cerita ini agak mengingatkan saya pada sebuah drama Korea yang pernah saya tonton beberapa tahun silam yang berjudul You’re Beautiful. Tokoh utamanya sama2 harus menyamar menjadi laki2 demi menjadi penyanyi.

Alexa harus menyamar jadi lelaki demi mengikuti Golden Voices. Ceritanya seputar kegiatannya sehari2 di markas Golden Voices yang meliputi asrama, ruang serbaguna & kantor. Phillip adalah seorang penyanyi terkenal yang menjadi salah satu juri Golden Voices. Congrats to Phillip for getting “THE BIGGEST ASSHOLE OF THE YEAR” award. Sumpah! Dia itu bener2 nyebelin, songong, belagu, sok kecakepan, songong, sok heroic. Bingung beneran saya bingung kok bisa2nya ya si Alexa suka sama dia. Ok saya ngerti mukanya memang cakep banget, terus dia juga terkenal & jago nyanyi. But all those things don’t give him an excuse for being such a cocky bastard.

“Apa kau tidak tahu aku atlet judo sabuk hitam? Aku paket lengkap laki-laki ideal yang diinginkan setiap wanita, kau sadar, heh?”

*tepok jidat*
Mungkin memang benar dia itu pria ideal setiap wanita, tapi semuanya hancur begitu dia mengucapkan kalimat di atas. Sikap dia yang mencoba berubah pun gak bisa meluluhkan hati saya. He’s still a selfish jerk!

Don’t even get me started on Alexa, nih anak labilnya ngalahin cabe-cabean kali ya. Mau2nya gitu disosor sama si Phillip, padahal itu pertama kalinya buat dia. Tak terhitung deh berapa kali Phillip main colong cium dia. Untung si Alexa udah 21, kalo ga bs2 dikira Om-om pedo tuh dia.

Menurut saya gaya menulisnya agak mirip2 sama terjemahan novel Korea terbitan Haru, agak sedikit kaku & pemakaian ‘aku-kau’ instead of ‘gw-lu’. Adegan-adegannya juga agak kekorea2an & banyak yang bikin saya muter mata. Ada satu adegan dimana teman2 Alexa bersembunyi di balik tiang sambil menguping pembicaraan Phillip. Please deh, emang tuh tiang segede apa sampai bisa nutupin badan cowok2 kayak mereka? Konfliknya juga cuma terkesan tempelan & drama banget. Scene waktu mereka akhirnya bersatu lumayan bikin terharu sih.

Saya rasa kalau buku ini diterbitkan dalam lini Teenlit mungkin akan lebih menjual. Tapi kalau dalam lini Young Adult yang target audience nya lebih tua, buku ini terasa way out of our league. So, 2 stars for this story that makes me roll my eyes A LOT and for being ridiculously funny.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s