Berlabuh di Lindoeya [Book Review]

berlabuh3.5stars

Tidak ada yang tahu luka batin yang disimpan Sam rapat-rapat. Hingga gadis itu memutuskan melarikan diri dari Indonesia dan memulai hidup baru dengan bekerja di perusahaan pengeboran minyak di ujung dunia, di Norwegia. Ketika harus pindah ke kantor pusat di Oslo, Sam menolak tinggal di apartemen dan menyewa rumah tua di Pulau Lindoeya.

Di Lindoeya, Sam bertemu dengan Rasmus Knudsvigsson, tetangga barunya. Meskipun diawali rasa takut dan curiga, perlahan ketulusan pria tampan bermata biru itu dapat mencairkan kebekuan hati Sam.

Namun, ketika Sam merasa sudah siap membuka hati sepenuhnya untuk Rasmus, salah satu anggota dewan yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Oslo menarik Sam kembali ke pusaran intrik masa lalu….

Jika saja aku dapat meminta Sam memindahkan rasa sakitnya kepadaku, semua akan aku tanggung untuknya. Jika saja robek di jiwanya dapat kubalut, jika saja aku dapat menyembuhkan luka hatinya. Aku ingin membuatnya bahagia. Aku akan membuatnya bahagia. Aku mencintainya!

Setelah baca 3 buku dari K. Fischer, gw baru sadar kalo di ke3 buku tsb, tokoh utamanya selalu bertetanggaan. Ini koinsiden ato emang disengaja ya?

Berlabuh di Lindoeya berkisah tentang kehidupan Sam yang merantau ke Norwegia. Ia bekerja sebagai insinyur mesin di sebuah perusahaan pengeboran minyak. Suatu kejadian buruk yang menimpanya di masa lalu menjadi penyebab utama kepindahannya ke belahan dunia yang terjauh dari Indonesia. Kejadian itu pula yang menyebabkan menutup dirinya pada orang lain. Sam telah bekerja di sebuah perusahaan pengeboran minyak di suatu daerah bernama Harstad. Disana ia dikenal sebagai orang yang supel & ramah oleh kolega2nya. Kemudian ia harus dipindah ke Oslo untuk sebuah proyek khusus dengan perusahaan minyak dari Indonesia. Karena suatu hal & lainnya, ia akhirnya tinggal di rumah Inga (koleganya) di Pulau Lindoeya. Awalnya ia kira tetangganya merupakan pasangan orang tua, namun tak disangka, tetangganya adalah Rasmus, pemuda tampan bermata biru Stabilo.

Sam yang sangat tertutup layaknya seorang hermit merasa tidak nyaman dengan keberadaan Rasmus yang tinggal di sebelah rumahnya. Padahal Rasmus kerap mencoba berteman dengannya & berbaik hati membantunya. Sam ikut dalam perayaan Midsummer yang diadakan di halaman rumah Rasmus dan dari situlah akhirnya ia tahu tentang Rasmus yang bekerja sebagai sukarelawan untuk anak-anak jalanan. Sam sangat tertarik untuk turut serta membantu pementasan yang dikepalai oleh Rasmus. Seiring banyaknya waktu yang mereka habiskan bersama, semakin dekat pula hubungan mereka. Sam mulai menantikan hari Jumat dimana ia bisa berjalan-jalan mengunjungi tempat wisata berdua bersama Rasmus. Sam & Rasmus saling membuka diri terhadap perasaan masing2 & trauma yang diakibatkan oleh kejadian di masa lalu yang menimpa mereka.

Setelah mereka resmi jadian (duh kyk anak SMP aja ya ;)), tiba2 Sam dihadapkan dengan kenyataan bahwa seseorang dari masa lalunya berusaha mencarinya. Walaupun tidak dengan restu Rasmus, Sam tetap memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan masalahnya. Rasmus yang patah hati akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Lindoeya.

Gw udah mulai terbiasa dengan gaya menulisnya yang mengalir & berisi tetapi tidak terkesan menggurui. Masih ada beberapa kesalahan tanda baca yang lumayan obvious, tapi yah ga begitu mengganggu sih. Tapi yang sangat gw sayangkan dari novel ini adalah penyelesaian konflik yang dipilih oleh penulis. Menurut gw konfliknya lumayan serius & life-changing, tapi kok Sam kyknya woles2 aja padahal ini bukan cuma menyangkut masa lalunya, tapi juga bisa berakibat ke kehidupannya sekarang.

Sejauh ini, buku fave gw dari pengarang masih Denting Lara. Untuk kisah Sam & Rasmus yang akhirnya menemukan cinta setelah tersakiti, gw sematkan 3.5*

Kini aku tahu, aku menyukai kebersamaaan kami, bukan hanya karena aku teramat menyukai Rasmus. Namun juga, karena aku makin menyukai diriku sendiri jika aku bersamanya. Ia membuatku berarti.

“Sam, sekarang kamu dengarkan aku. Aku mencintaimu sebelum aku tahu masa lalumu. Aku mencintaimu lebih dalam setelah aku tahu masa lalumu. Kalaupun aku mengkhawatirkan dirimu, itu karena aku sayang padamu. Aku mencintai kamu, Sam. Cuma kamu!”
Iya, iya gw ngerti Mus, lu cinta banget sama Sam. Aduh bisa diabetes lama2 baca kalimat2 manis dari Rasmus buat Sam *swoon*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s