Above The Stars [Book Review]

above4stars

“Kau tidak takut jatuh?” tanya Mia.

Danny menggeleng.

“Aku takut jatuh,” aku Mia dengan polos. “Kalau kau takut apa?”

Danny tidak langsung menjawab. Ia juga tidak menolakkan kaki ke tanah lagi untuk menambah kecepatan ayunan. Senyuman di wajahnya perlahan-lahan memudar. “Aku takut tidak bisa melihat selamanya.”

Menurut Danny Jameson, hidupnya tidak pernah mudah. Ia punya orangtua yang protektif, mesin tik Braille yang tidak dimiliki teman-temannya, dan semacam magnet yang menarik John Schueller untuk terus mengganggunya. Namun, yang paling buruk adalah ia punya sepasang mata biru yang tidak bisa melihat. Ketika Danny berpikir Mia Berry akan menjadi satu-satunya teman yang ia punya, Will Anderson datang dan mengubah hidupnya. Will memperlihatkan kepadanya dunia yang ingin ia lihat. Will juga membuat Danny mempertanyakan sesuatu tentang dirinya. Tapi, sebelum Danny sempat menemukan jawabannya, Will menghilang.


** spoiler alert ** Above the Stars berkisah tentang dua remaja laki-laki bernama Danny dan William. Danny terlahir dengan sepasang mata biru yang tidak bisa melihat. Orangtuanya dan sahabatnya Mia sangat protektif terhadap dirinya. Namun keadaannya tidak semata membuatnya berubah menjadi anak yang suram dan bertabiat buruk. Walaupun teman sekelasnya selalu mengejeknya, ia tetaplah Danny yang ceria.

Kedatangan Will bagaikan hembusan angin segar di suatu hari yang panas. Will memberi warna baru di kehidupan Danny yang selama ini selalu dikekang oleh orangtuanya dan disabilitasnya. Will bahkan mengabulkan 3 permintaan Danny; mengajaknya membolos dan mengamen di pinggir jalan, membawanya ke klub malam dan yang terakhir memberinya sebuah kecupan. Orang tua Danny menganggap Will membawa pengaruh buruk kepada Danny. Namun Danny tak menggubris larangan orangtuanya dan tetap berteman dengan Will.

Sampai suatu pagi, setelah malamnya berhasil mengajak Danny pergi ke sebuah klub malam, Will mendapat teguran keras dari Ibu Danny. Sejak saat itu Will menghilang tanpa kabar. Dan ketika Danny berhasil menemukan Will di sebuah rumah sakit, mereka dihadapkan pada suatu kenyataan yang sangat menyakitkan.

Mulai dari sini cerita berubah menjadi haru biru. Dengan segala keterbatasannya, Danny berusaha menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan Will. Mereka saling terbuka terhadap perasaan masing-masing. Banyak air mata yang diteteskan selama mereka bersama.

Saya merasa apa yang dilakukan Will untuk Danny sangat heroic. Karakter favorit saya disini adalah Will yang menganut kepercayaan “Live like there’s no tomorrow”. I totally agree with that saying cause we never know what the future brings.

“Well, aku tidak terlalu percaya dengan ‘bisa menunggu’.”

Dan surat terakhir dari Will untuk Danny itu benar-benar bikin saya… Argh!

Keinginan terakhirku? Hiduplah dengan bahagia, Danny. Pohon kehidupanmu tidak boleh mati hanya karena ia kehilangan sehelai daun sweet gum. Akan ada daun-daun lain yang melindungi pohon kehidupanmu dari sinar matahari yang menyengat. Jadi, lakukan apa yang ingin kau lakukan, gunakan setiap kesempatan, dan bahagialah.

Oh iya, penggalan lagu See You Again yang dinyanyikan oleh Charlie Puth benar-benar cocok untuk menggambarkan suasana waktu Will meninggal. Sedih banget. Duh sampe nitik air mata gw.

Buat ceritanya yang mengharukan dan Will yang heroik, saya sematkan 4 bintang untuk Above the Stars.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s