Almost Is Never Enough [Book Review]

cover luar

Ada hati yang kujaga agar tak jatuh.
Namun, saat di dekatmu, seringnya ia tak patuh

AL
Telah kehilangan orang yang kita sayang adalah persamaan kita.
Kita saling berbagi rasa sakit setelah kepergiannya.
Ketika aku menginginkan lebih, aku tahu ada yang salah.
Namun, aku tak mampu terus menjaga jarak denganmu.
Melihatmu dari jauh saja rasanya tak cukup.
Jika benar ini cinta, tepatkah ia datang kali ini?

ELLA
Mewujudkan keinginan orang yang kita sayang
tentu itu akan kita lakukan–apa pun taruhannya.
Sayangnya, kau justru merebut satu-satunya yang ia miliki.
Membuatmu selalu resah karena rasa bersalah.
Pernahkah kau merasakannya?
Aku tak pernah sengaja menginginkanmu
meski bersamamu adalah cara untuk menggenapkanku.
Jika kita diciptakan untuk bersama,
biarlah waktu yang menelan ragu kita.
Karena entah kapan aku akan bisa mengakui;
bahwa hati tak akan puas jika tidak memilikimu sepenuhnya.

Jika benar ini cinta, tepatkah ia datang kali ini?

Saya tertarik baca buku ini karena topiknya yang menurut saya sangat tidak biasa. Tentang seorang wanita bernama Gabriella yang menjadi surrogate mother untuk sahabatnya yang tidak bisa hamil. Wow, mulia sekali hati wanita ini.

Cerita dimulai dengan berita kematian sang sahabat, Maura yang nyawanya direnggut dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Al, suaminya merasa sangat terpukul atas kematiannya. Sedangkan Ella, sang surrogate mom, merasa bingung & kalut atas kepergian sahabatnya. Al akhirnya mengajak Ella untuk pindah ke kota lain sebagaimana telah direncanakan oleh Maura sebelum kematiannya. Awalnya Ella merasa ragu untuk pindah bersama Al, namun Al berhasil membujuknya. Dimulailah kehidupan baru mereka sebagai sebuah keluarga yang absurd dengan Ella dan anaknya Zoey serta Al sebagai ayah dari anak yang tengah dikandung oleh Ella.

Kebersamaan mereka ternyata menumbuhkan benih-benih cinta di hati Al dan Ella. Al merasa cemburu ketika melihat Ella menghabiskan waktu bersama Ben, sahabat Al. Chemistry diantara Al dan Ella terasa kuat karena mereka saling menginginkan satu sama lain. Tetapi ingatan tentang Maura yang belum lama meninggal masih melekat di pikiran Al & Ella. Al tidak ingin mengkhianati cintanya pada Maura dan Ella tidak ingin merebut suami sahabatnya. Kehidupan mereka sebagai pasangan yang absurd juga terikat oleh kontrak yang akan segera habis masa berlakunya setelah Ella melahirkan anak Al.

Layaknya sebuah kisah romance, tentunya buku ini ditutup dengan akhir yang bahagia. Kalau dinilai dari ceritanya saja, mungkin saya akan memberikan rating 3-3.5 bintang. Sayangnya, typo yang berceceran dan timeline yang acak-acakan membuat saya harus mengurangi 1 bintang. Saya rasa buku ini memiliki potensi yang cukup besar. Mulai dari judulnya yang catchy (walaupun minjem judul lagu barat), kovernya yang indah serta temanya yang lain daripada yang lain. Walaupun sebenarnya untuk tema seorang wanita yang jatuh cinta pada suami sahabatnya itu sudah cukup banyak di kancah perbukuan internasional, tapi disini mungkin masih termasuk jarang.

Beberapa hal yang membuat saya menurunkan rating:
(Hal 109, paragraf terakhir, baris ke 3) Aku bisa melihat bayi di dalam perutku ini seperti siluet. Kepalanya bulat sekali, keningnya agak menonjol, tulang hidungnya terlihat tinggi. Ada yang berdenyut di sekitar bagian yang kupercaya adalah dadanya. Setahu saya buku ini ditulis dari POV orang ketiga, lah kok tiba-tiba ada karakter ‘aku’ yang menjelaskan tentang bayi tsb?

(Hal 245-246 & hal 260-261) Mulai dari hal 245 dua paragraf terakhir sampai hal 246 paragraf 11 isinya sama persis dengan hal 260 paragraf 2 sampai hal 261 paragraf 3. Ini maksudnya memang sengaja diulang atau memang kesalahan editing?

(Hal 329 paragraf 1) Ella tercekat. Seluruh isi rumah seakan kehilangan suara. Hanya tersisa helaan napasnya sendiri yang begitu lirih, nyaris tak terdengar. Saya rasa bagian ini harusnya ditulis dengan font biasa karena merupakan bagian deskripsi suasana, namun di buku ditulis dengan font yang sama dengan font surat dari Al.

Saya juga merasa penggalan-penggalan lirik lagu di setiap awal bab itu gak nyambung sama isinya. Belum lagi kesalahan bahasa inggrisnya *tutupmata* *geleng-geleng kepala*

Jadi yah akhir kata buku ini sebenarnya cukup berpotensi, tetapi kesalahan editingnya terlalu banyak. Jujur saya sebagai pembaca yang telah mengeluarkan sekian puluh ribu rupiah untuk buku ini merasa kecewa. Saya mengharapkan sebuah karya yang lebih rapi & layak baca. 2.5* aja deh buat buku ini yang berhasil bikin saya bolak-balik buka halaman karena bingung dengan timelinenya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s