Summit [Book Review]

summit4stars

“Gue mau mendaki Rinjani. Seperti yang lo tahu, gue udah tertipu habis-habisan. Jadi, gue butuh pemandu dan—”

“Mendaki? Kau tidak salah? Mendaki sampai puncak Mahabiru?”

“Dengar, ya, gue ini punya misi penting. Lo nggak perlu tahu alasannya, yang pasti gue harus mendaki Rinjani. Terserah lo mau bilang apa!”

“Dan misimu itu lebih penting dari nyawamu?”

Bagi Lika si gadis suku Sasak asli, Rinjani adalah taman bermainnya sejak kecil. Berjam-jam mendaki jalur terjal menuju Danau Segara Anak, ia sudah ahli. Puncak Mahabiru pun sudah berkali-kali ia sambangi. Dan ia tak main-main saat mengatakan kalau mimpinya adalah menjadi trekking guide perempuan berlisensi. Sayangnya, Lika harus puas menjadi pemandu wisata keliling desa karena para pendaki lebih percaya trekking guide laki-laki. Kesempatan langka untuknya datang lewat Idan, pemuda kota yang sama sekali tak punya pengalaman mendaki tapi ngotot ingin menyentuh puncak Rinjani. Keduanya saling membutuhkan, namun keduanya sama-sama meragukan kemampuan masing-masing. Akankah pendakian ini berhasil, jika dari awal saja keduanya selalu berselisih?

Setelah membaca 2 buku YARN yang agak kebule-bulean, segar banget rasanya baca kisah yang bersetting di negeri sendiri.

Idan yang baru ditinggalin pacarnya buat anak pencinta alam, memutuskan untuk membuktikan bahwa ia tidak kalah keren & tangguh dengan mendaki gunung Rinjani. Awal perjalanan Idan sangat tidak mulus karena ia telah ditipu oleh trekking organizer yang telah menerima uangnya namun tak muncul. Di bandara ia bertemu dengan Lika, seorang guide yang sejak kecil telah terbiasa mendaki gunung Rinjani. Bisa dibilang hubungan mereka tidak berawal dengan baik. Namun dengan kondisi dompetnya setelah tertipu, Idan tidak memilikki pilihan lain selain meminta bantuan Lika.

Mereka berangkat keesokan paginya bertiga dengan seorang porter bernama Adok. Perjalanan Idan menuju puncak Rinjani pun dimulai. Idan sangat takjub melihat Adok yang lincah & sigap waktu membawa barang-barang berat serta melewati trek yang memiring curam. Beberapa kali mereka harus beristirahat karena stamina Idan yang tak terbiasa dengan aktivitas fisik yang berat. Tenaga Idan pun makin lama makin habis setelah pendakian di bawah sinar matahari yang terik. Setelah beristirahat di wilayah camping, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju puncak Mahabiru. Sayangnya, kondisi tubuh Idan tak memungkinkan untuk mencapai puncak & ia harus segera turun.

Gw suka banget baca tentang perjalanan Idan & Lika mendaki Rinjani. Serasa lagi diajak mendaki & bikin gw jadi beneran pengen pergi. Perjalanan itu merupakan perjalanan yang inspiring & eye-opener buat Idan. Dia sadar bahwa untuk mencapai puncak itu bukan hal sepele. Orang mendaki dengan tujuan yang berbeda. Dibandingkan Adok yang mendaki untuk mencari uang demi anaknya yang sakit, rasanya alasan Idan yang mendaki untuk dipamerkan pada mantannya itu sepele banget. Pendakian itu juga mengajari Idan untuk lebih menghargai hidup.
Dan lagi, pendakian itu pula yang menyebabkan Idan menemukan cinta yang baru.

Pokoknya ceritanya seru & page-turner banget. 4* deh dari gw.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s